Minggu, 17 Maret 2013

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA KACANG TANAH

1.     Persiapan Lahan

Ø  Tanah yang gembur diperlukan agar ginofor (calon polong) mudah masuk dan berkembang di dalam tanah
Ø  Untuk tanah bertekstur ringan seperti tanah lempung berpasir, tidak perlu diolah
Ø  Untuk tanah brtekstur berat (tanah liat) perlu diolah, satu kali bajak dan satu kali garu.
Ø  Untuk mempercepat meratanya air dalam petakan dan mempermudah membuang air yang berlebihan dibuat saluran drainase di sekeliling dan melintang petakan, lebar 30 cm sedalam 25 cm.

Hasil Uji Persiapan Lahan
- Olah Sempurna                     : 5,20 Ton/Ha
- TOT (Tanpa Olah Tanah)       : 4,01 Ton/Ha

2.     Menanam
Ø  Sebelum tanam, tanah harus bebas dari gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya
Ø  Permukaan tanah rata dan butiran tanah cukup halus apabila tanah diolah.
Ø  Benih ditanam, dengan ditugal sedalam 3-5 cm, lalu ditutup dengan tanah yang halus.
Ø  Jarak tanam teratur 40cm x 10cm, 1-2 biji/lubang
Ø  Kebutuhan benih sekitar 90 kg - 100 kg biji
Ø  Untuk menghindari penyakit akibat jamur, benih dicampur fungisida kaptan 1g/kg benih 

Hasil Uji Populasi Tanaman  Pengenjek Loteng, MK II 2008
- 250.000 tanaman/ha  
(jarak 40cm x 10cm), 1 benih/lubang  : 4,23 ton/ha
- 500.000 tanaman /ha 
(jarak 40cm x 10cm), 2 benih/lubang   : 4,94 ton/ha
- 500.000 tanaman /ha   
(tdk teratur/petani)                               : 1,78 ton/ha

                    
3.     Memupuk
Ø  Untuk mendapatkan hasil yang tinggi, tanaman perlu dipupuk, khususnya bagi tanaman kacang tanah di lahan kering
Ø  Kebutuhan pupuk tergantung status hara tanah
Ø  Jenis dan dosis pupuk yang umum dianjurkan: 50 kg urea, 100 kg SP18 dan 50 kg KCl/ha
Ø  Pupuk diberikan saat tanam, paling lambat seminggu setelah tanam.
Ø  Pupuk disebar dalam alur atau parit kecil memanjang sekitar 10 cm dari baris tanaman
Ø  Saat memupuk, tanah tidak boleh dalam kedaan kering, tetapi dalam kelembaban yang cukup.
Ø  Bila kondisi tanah kering, setelah memupuk tanaman diairi secara leb, lalu air segera dikelurkan bila tanah sudah jenuh.
Ø  Tanaman harus bersih dari gulma, agar pupuk tidak diserap gulma.


Hasil uji pemupukan MK II 2008
pada tanaman kacang tanah sawah setelah padi

Jenis & Takaran pupuk                                         Hasil (t/ha)
             (kg/lt)                                                         Polong Basah
Urea      SP36     KCl     Pengendalian
                                        Peny. Karat
             25          50         50          0                           5,26 Ton/Ha
             50        100         50          0                           5,22 Ton/Ha
             25          50         50    1l/ha DF conazol        8,00 Ton/Ha
               0            0          0           0                           4,75 Ton/Ha

Catatan: ZPT berasal dari fungisda Score

4.     Menyiang
Ø  Sangat penting untuk mengurangi persaingan antara tanaman dengan gulma dalam pengambilan unsur hara, air dan udara
Ø  Penyiangan dilakukan 1-2 kali à sebelum dan sesudah berbunga.
Ø  Penyiangan pertama umur 2-3 minggu, kedua sesuai kondisi gulma
Ø  Penyiangan sebaiknya dengan cangkul sambil menggemburkan tanah
Ø  Tanaman yang tidak disiang kehilangan hasil mencapai 70%   


5.     Mengairi
Ø  Kacang tanah lebih toleran terhadap kekeringan dibanding kedelai atau kacang hijau
Ø  Air sangat diperlukan pada fase kritis yaitu saat  pembungaan dan pengisian polong. Kekeringan pada fase ini dapat menurunkan hasil secara nyata
Ø  Pengairan paling baik dilakukan sebanyak 3-5 kalià pada saat: berkecambah, pertumbuhan awal, pembungaan, pembentukan calon polong, dan pengisian polong.
Ø  Dua minggu menjelang panen tanah tidak boleh terlalu kering à mempermudah panen dan polong tidak tertinggal dalam tanah

Periode kritis yang memerlukan air :
a. Perkecambahan                                  : (1 - 7 HST)
b. Pembungaan                                       : ( 25 – 28 HST
c. Masuknya ginofor ke tanah                : (35 – 40 HST)
d. Pengisian polong                                : (50 -65 HST)
 HST = Hari Setelah Tanam

6.     Pengendalian penyakit bercak dan karat
Ø  Penyakit bercak daun dapat menular melalui tanah karena itu perlu pergiliran tanaman.
Ø  Batang dan daun tanaman yang terserang bercak dan karat harus dibakar atau dijadikan pakan ternak
Ø  Penggunaan pupuk P yang cukup
Ø  Penanaman varietas tahan (merupakan cara terbaik)
Ø  Pengendalian dengan fungisida dapat dilakukan bila kerusakan mencapai 20% menggunakan fungisida berbahan aktif mancoseb, chlorotalanil, metil tiofanat. Topsin maupun Score sangat efektif untuk mengendalikan penyakit bercak dan karat daun


Hasil Uji penggunaan fungisida Topsin untuk pengendalian
penyakit karat daun, Pengenjek Loteng MK II 2008

-          Proteksi Fungisida (3 kali semprot/2 l/ha)        : 4,58 t/ha (polong basah)
-          Tanpa fungisida                                                : 0,60 t/ha (polong basah)

7.     Panen
Ø  Umur panen antara 90 – 100 HST
Ø  Tanda-tanda menjelang panen adalah sebagian daun menguning & kulit bagian dalam polong berwarna coklat mengkilap
Ø  Panen dilakukan dengan cara manual, dicabut lalu ‘dirampek’ yaitu tanaman kacang yang baru dicabut dipukulkan pada batang pisang. Hal ini dilakukan untuk merontokkan polong dari batangnya.
Ø  Bersihkan polong dari sisa daun & kotoran


*)  Di Tulis ulang oleh MAHLI, SP – THLTBPP (081917012197), berdasarkan Materi PL-III SLPTT
     Kacang Tanah TA. 2010 Kab. Lombok Tengah  oleh Ir. L. WIRAJASWADI DKK (BPTP-NTB)&
    bekerjasama dengan Bumi Mekar Tani (BMT)-NTB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar