Sabtu, 02 Mei 2015

UJI SEDERHANA PADI SALIBU


“ PENGARUH TINGGI PEMOTONGAN TUNGGUL JERAMI PADA PADI SISTYM SALIBU TERHADAP PRODUKTIVITAS INPARI 30 "

Rancangan Oleh : Mahli, SP
Pelaksanaan oleh : BKP3 Kec. Batukliang


I.  Tujuan dan Sasaran

I.a. Tujuan
a. Mengetahui pengaruh pemotongan tunggul jerami terhadap provitas inpari 30
b. Menjamin penerapan teknologi Padi Salibu secara lengkap dan benar.
c. Mempercepat adopsi teknologi dengan pendekatan PTT secara berkelanjutan
d. Menyediakan materi penyuluhan bagi petugas dan pelaku utama.

I. b.  Sasaran
Kelompok Tani Mesang Pedakiq Desa Mantang Kecamatan Batukliang Kab. Lombok Tengah.

II. Waktu Kegiatan
Waktu Kegiatan pelaksanaan Padi Systim Salibu ini adalah Musim Tanam ke-II tahun 2015, yaitu tepatnya pada bulan April 2015 – Juni 2015.

III. Padi Induk
Padi induk atau yang akan di salibu adalah Padi jenis Inpari 30 berlabel Putih, dengan jarak tanam Legowo  4 : 3 : 1.

IV. Perlakuan
Dalam masing-masing satu baris Legowo dalam satu petak sawah di potong setinggi perlakuan :

1.       PS. I                      = Pemotongan  1 Cm
2.       PS. II                     = Pemotongan  2 Cm
3.       PS. III                   = Pemotongan  3 Cm (Ulangan I, II, dan III)
4.       PS. IV                   = Pemotongan  4 Cm
5.       PS. V                    = Pemotongan  5 Cm
6.       PS. VI                   = Pemotongan  6 Cm
7.       PS. VII                  = Pemotongan  7 Cm
8.       PS. VIII                 = Pemotongan  8 Cm
9.       PS. IX                   = Pemotongan  9 Cm

V. Pengambilan Data
Pada setiap perlakuan di ambil tiga sampel rumpun tanaman untuk di hitung anakan produktifnya dan selanjutnya pada saat panen di ambil masing-masing 100 rumpun tanaman untuk di timbang produktivitasnya.

 VI. Pemupukan
Pemberian pupuk mengikuti Kalender Tanam (KATAM) Tahun 2015 untuk Kec. Batukliang sebelum di tambah 25 % /Ha  yaitu :
1.       UREA             = 200 Kg/ha
2.       NPK               = 200 Kg/Ha
Dengan waktu Pemberian umur 15 HSP dan 35 HSP
*) HSP = Hari Setelah Pemotongan.

VII. Pengairan
Pengairan dilakukan dengan penggenangan mulai dari setelah panen sampai umur 45 HSP, setelah itu dengan cara berselang atau intermitten

VIII. Parameter Pengamatan
Sebagai parameter pada perlakuan ini akan di amati :
a. Jumlah Anakan Produktif
b. Produktivitas per 100 rumpun

IX.  Teknis Budidaya (on proses)
X.  Jadwal Kegiatan (on proses)
XI.  Foto-Foto Kegiatan (on proses)
XII. Tabulasi Data

Kegiatan dan perkembangan salibu bisa di akses di : www.bpp-batukliang.blogspot.com

PROGRAM GP-PTT PADI MT. II 2015


Upaya Khusus (UPSUS) Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) padi adalah salah satu cara yang di tempuh oleh Kementrian Pertanian guna memenuhi target kinerja Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dalam swasembada Padi, Jagung, dan Kedelai (PAJK).





Untuk itu didalam kegiatan ini ikut serta mengawal adalah TNI, dan di tingkat desa kita kenal adalah BABINSA. 
Babinsa bersama PPL  di tugaskan untuk mengawal dan mendampingi Program GP-PTT ini agar berhasil dan sukses, untuk itulah sebagai langkah awal kami di Desa Peresak telah mengadakan Sosialisasi mengenai GP-PTT ini serta teknologi budidaya yang di anjurkan, dengan harapan masyarakan tau dan faham cara pelaksanaan program GP-PTT ini.
Pada tahap selanjutnya akan saya posting kegiatan GP-PTT di tingkat lapang.